wow, ternyata Senjata yang dipakai oleh seorang jihad di buat di sebuah bengkel bubut. namanya Anton Sujarwo alias Supriyadi alias Iqbal alias Abu Farahat Bin Sunardi yang bekerja sebagai tukang las bubut mengaku pernah diberi uang Rp50 juta oleh Abu Yusuf untuk membuka bengkel las bubut di Medan. Bengkel itu dipergunakan untuk memperbaiki dan membuat senjata.
"Saya bekerja sebagai tukang las bubut. Abu Yusuf juga pernah meminta membuka bengkel las bubut untuk memperbaiki senjata yang rusak dan membuat senjata. Saya diberi uang Rp50 juta untuk membuka bengkel las bubut," kata Anton saat menjadi saksi di sidang terorisme dengan terdakwa Abu Bakar Ba’asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/4/2011).
Saksi menjelaskan, uang tersebut awalnya untuk membeli alat bubut, konsumsi serta senjata FN dan Revolver dengan amunisi 20 butir. Menurutnya, tujuan pembuatan bengkel las bubut di Medan karena dekat dengan Aceh. Sehingga, bila ada senjata yang rusak di Aceh bisa cepat diperbaiki.
"Saya bekerja sebagai tukang las bubut. Abu Yusuf juga pernah meminta membuka bengkel las bubut untuk memperbaiki senjata yang rusak dan membuat senjata. Saya diberi uang Rp50 juta untuk membuka bengkel las bubut," kata Anton saat menjadi saksi di sidang terorisme dengan terdakwa Abu Bakar Ba’asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/4/2011).
Saksi menjelaskan, uang tersebut awalnya untuk membeli alat bubut, konsumsi serta senjata FN dan Revolver dengan amunisi 20 butir. Menurutnya, tujuan pembuatan bengkel las bubut di Medan karena dekat dengan Aceh. Sehingga, bila ada senjata yang rusak di Aceh bisa cepat diperbaiki.
Namun, rencana tersebut batal dilaksanakan karena orang-orang yang mengikuti pelatihan militer di Aceh keburu tertangkap. " Bengkel tidak jadi dibuat," paparnya.
Dalam pelatihan militer di Jalin Jantho, Aceh, ia mengikuti kegiatan tersebut selama enam hari. Sebelumnya, ia dibaiat oleh Abu Yusuf yang bertindak sebagai pelatih dalam pelatihan itu dalam rangka jihad fisabilillah.





